Tampilkan postingan dengan label pariwisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pariwisata. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 Januari 2013

Monas

Monas atau Monumen Nasional merupakan icon kota Jakarta. Terletak di pusat kota Jakarta, menjadi tempat wisata dan pusat pendidikan yang menarik bagi warga Jakarta dan sekitarnya. Monas didirikan pada tahun 1959,Monas diresmikan dua tahun kemudian pada tahun 1961.

Monas selalu ramai dikunjungi wisatawan untuk melihat keindahan kota Jakarta dari puncak Monas, menambah wawasan sejarah Indonesia di ruang diorama ataupun menikmati segarnya hutan kota seluas kira-kira 80 hektar di tengah kota Jakarta.Setiap hari libur, Monas selalu dikunjungi banyak wisatawan. Di sini Anda bisa menikmati banyak jenis wisata dan bahan pendidikan. Anda bisa menaiki monumen yang menjulang tinggi hingga ke puncak Monas.

Anda juga dapat berolahraga bersama teman dan keluarga. Anda juga bisa menikmati taman yang indah dengan berbagai pepohonan yang rimbun dan asri. Atau Anda bisa menikmati hiburan air mancur yang menarik.

Sejarah Monas

Monas mulai dibangun pada bulan Agustus 1959. Keseluruhan bangunan Monas dirancang oleh para arsitek Indonesia yaitu Soedarsono, Frederich Silaban dan Ir. Rooseno. Pada tanggal 17 Agustus 1961, Monas diresmikan oleh Presiden Soekarno. Dan mulai dibuka untuk umum sejak tanggal 12 Juli 1975.

Sedangkan wilayah taman hutan kota di sekitar Monas dahulu dikenal dengan nama Lapangan Gambir. Kemudian sempat berubah nama beberapa kali menjadi Lapangan Ikada, Lapangan Merdeka, Lapangan Monas dan kemudian menjadi Taman Monas.

Ukuran dan Isi Monas

Monas dibangun setinggi 132 meter dan berbentuk lingga yoni. Seluruh bangunan ini dilapisi oleh marmer.


  • Lidah Api

    Di bagian puncak terdapat cawan yang di atasnya terdapat lidah api dari perunggu yang tingginya 17 meter dan diameter 6 meter dengan berat 14,5 ton. Lidah api ini dilapisi emas seberat 45 kg. Lidah api Monas terdiri atas 77 bagian yang disatukan.

  • Pelataran Puncak

    Pelataran puncak luasnya 11x11 m. Untuk mencapai pelataran puncak, pengunjung bisa menggunakan lift dengan lama perjalanan sekitar 3 menit. Di sekeliling lift terdapat tangga darurat. Dari pelataran puncak Monas, pengunjung bisa melihat gedung-gedung pencakar langit di kota Jakarta. Bahkan jika udara cerah, pengunjung dapat melihat Gunung Salak di Jawa Barat maupun Laut Jawa dengan Kepulauan Seribu.

  • Pelataran Bawah

    Pelataran bawah luasnya 45x45 m. Tinggi dari dasar Monas ke pelataran bawah yaitu 17 meter. Di bagian ini pengunjung dapat melihat Taman Monas yang merupakan hutan kota yang indah.

  • Museum Sejarah Perjuangan Nasional

    Di bagian bawah Monas terdapat sebuah ruangan yang luas yaitu Museum Nasional. Tingginya yaitu 8 meter. Museum ini menampilkan sejarah perjuangan Bangsa Indonesia. Luas dari museum ini adalah 80x80 m. Pada keempat sisi museum terdapat 12 diorama (jendela peragaan) yang menampilkan sejarah Indonesia dari jaman kerajaan-kerajaan nenek moyang Bangsa Indonesia hingga G30S PKI.
Selain itu direncanakan untuk ditampilkan bendera pusaka dan naskah proklamasi yang asli di dalam bangunan Monas. Di sini juga ditampilkan rencana pembangunan kota Jakarta.

Taman Monas

 
Anda juga dapat menghilangkan rasa jenuh Anda dengan menikmati Taman Monas, yaitu sebuah hutan kota yang dirancang dengan taman yang indah.

Di taman ini Anda dapat bermain bersama kawanan rusa yang sengaja didatangkan dari Istana Bogor untuk meramaikan taman ini. Selain itu Anda juga dapat berolahraga di taman ini bersama teman maupun keluarga.

Taman Monas juga dilengkapi dengan kolam air mancur menari. Pertunjukan air mancur menari ini sangat menarik untuk ditonton pada malam hari. Air mancur akan bergerak dengan liukan yang indah sesuai alunan lagu yang dimainkan. Selain itu ada juga pertunjukkan laser berwarna-warni pada air mancur ini.

Bagi Anda yang ingin menjaga kesehatan, selain berolahraga di Taman Monas, Anda pun dapat melakukan pijat refleksi secara gratis. Di taman ini disediakan batu-batuan yang cukup tajam untuk Anda pijak sambil dipijat refleksi. Di taman ini juga disediakan beberapa lapangan futsal dan basket yang bisa digunakan siapapun.

Jika Anda lelah berjalan kaki di taman seluas 80 hektar ini, Anda dapat menggunakan kereta wisata. Taman ini bebas dikunjungi siapa saja dan terbuka secara gratis untuk umum.

Wisata Monas

Untuk mengunjungi Monas, ada banyak jenis transportasi yang dapat Anda gunakan. Jika Anda pengguna kereta api, Anda dapat menggunakan KRL Jabodetabek jenis express yang berhenti di Stasiun Gambir. Anda pun dapat menggunakan fasilitas transportasi Bus Trans Jakarta. Jika Anda menggunakan kendaraan pribadi, tersedia lapangan parkir khusus IRTI, atau Anda dapat memarkir kendaraan Anda di Stasiun Gambir.

Untuk dapat masuk ke bangunan Monas, Anda dapat melalui pintu masuk di sekitar patung Pangeran Diponegoro. Lalu Anda akan melalui lorong bawah tanah untuk masuk ke Monas. Anda pun dapat melalui pintu masuk di pelataran Monas bagian utara. Jam buka Monas adalah jam 9.00 pagi hingga jam 16.00 sore.

Monas dapat menjadi salah satu pilihan Anda untuk berwisata bersama keluarga dan tempat mendidik anak-anak untuk lebih mengenal sejarah Indonesia. Anda pun dapat menikmati udara segar dari rindangnya pepohonan di Monas. Dan jangan lupa untuk menjaga kebersihan Taman Monas agar tetap indah untuk dinikmati siapapun.

goa lawa

Menurut cerita rakyat setempat, goa lawa mempunyai cerita legend tersendiri yang erat kaitannya dengan terciptanya nama Desa Siwarak. konon pada waktu Agama Islam mulai berkembang di Pulau Jawa khususnya, maka di wilayah Banyumas ini ada dua mubaligh dengan dua orang pengikutnya yang mendapat tugas mengembangkan Agama Islam, mereka itu bernama Akhmad dan Mohamad yang kakak beradik serta Bangas dan Bangis. di dalam bertugas mengembangkan Agama Islam, mereka mendapatkan tantangan hebat dari Pemerintah Kerajaan Majapahit. seorang panglima telah ditugaskan untuk membendung perkembangannya Agama Islam, yakni : Ki Sutargaga. di dalam utgasnya Ki Sutaraga, telah berhasil mematahkan usaha agama Islam, sehingga dalam menghadapi kekuatan Ki Sutaraga ini, Akhmad dan Mohammad terpaksa melarikan diri. secara kebetulan dapat bersembunyi di dalam Goa Lawa, untuk meohon petunjuk kepada Tuhan Yang Maha Esa bagaimana caranya dapat menyelamatkan diri guna selanjutnya melaksanakan tugas mereka.
dalam keheningan, kedua orang kakak beradik itu, memperolah ilham dari Tuhan YME. agar mereka berdua berganti nama yakni Ahmad berganti nama Taruno dan Mohammad berganti nama menjadi Taruni. Setelah mengganti nama masing-masing mereka keluar dari gua.
Belum lama merka berjalan di hentikanlah mereka oleh seorang yang gagah perkasa, yang ternyata adalah Ki Sutaraga, Senopati Majapahit. waktu mereka ditanya oleh Ki Sutaraga, apakah mereka melihat Ahmad dan Mohammad, maka dengan cerdiknya mereka menjawab, bahwa mereka sering melihat Ahmad dan Mohamad. tetapi dua hari yang lalu, kedua orang tersebut telah mati diterkam dan dimakan oleh tiga ekor harimau. Satu keuntungan bagi Akhmad dan Muhamad, bahwa Ki Sutaraga sebelumnya memang belum pernah melihat dan bertemu mereka. Oleh karena itu, apa yang mereka tuturkan diercaya sepenuhnya oleh Ki Sutaraga. serta merta Ki Sutaraga memberitahukan kepada pasukannya, bahwa kedua orang yang mereka kejar-kejar itu dua hari yang lalu telah di makan harimau. Berosrak-soraklah pasukan Kerajaan Majapahit itu.
Ahmad dan Mohamad mati ! Ahamd dan Mohamad mati! " sedang orang yang mereka katakan mati itu, dengan aman dan tentram pergi menjauh menggalkan tempat tersebut, pergi keutara untuk melanjutkan perjuangan mengembangkan Agama Islam.
namun, sorak-sorai pasukan Kerajaan Majapahit itu tertangkap juga oleh teliga Bangas dan Bangis, pengikut setia Akhmad dan Mohamad. Mereka ingin menuntut balas dan langsung menemui Ki Sutaraga, senopati yang sakti pilih tanding itu dengan lantangnya Bangas dan Bagis menantang Ki Sutaraga untuk berperang tanding. namun Ki Sutaraga, yang di samping Sakti juga waskita itu, tidak menaggapi tantangan Bagas dan Bangis. sikap Ki Sutaraga membuat bangas dan Bangis menjadi penasaran, dan dengan kemarahan, mereka menyerang ki Sutaraga. Melihat gelagat yang tidak baik itu, Ki Sutaraga hanya bertolak pinggang, sambil berkata dengan suara gemuruh bergulung-gulung : Hai, kamu Bangas dan Bangis ! kamu berdua adalah manusia-manusi yang tak tau diri, tingkah laku mu seperti binatang saja layaknya". Demikianlah, karena kesaktian ucapan Ki Sutaraga, dengan mendadak sontak, Bangas dan Bangis berubah sipat dan wujudnya mendai dua ekor binatang badak (jawa : warak) melihat kejadian itu para prajurit berteriak-teriak : "Warak......warak....!"
akhirnya setelah ki Sutaraga di liputi oleh keterangan, prajurit-prajurinya berteriak-teriak itu di kumpulkan, sambil diminta untuk menyaksikan ucapannya, yakni : "hai prajurit-prajurit semua, dengar dan saksikan. karena peristiwa yang menimpa kedu aorang itu, yakni bagas dan bagis, yang kerja ulahnya seniri telah berubah menjadi warak, maka supaya kalianlah yang mejadi saksi. dihari kemudian bila hutan ini dapat tumbuh menjadi pedesaan, maka desa tersebut aku berinama Desa SIWARAK.
demikianlah legenda Goa Lawa yang telah menyelamatkan akhmad dan muhamad dari mula peritiwa yang memberikan nama desa Siwarak. legand ini diringkas dari ceirta lisan yang disampaikan oleh bapak tambak, adi kepala desa siwarak, yang kepala S.D Imprs desa siwarak pad waktu itu. sebetulnya cerita yang bebentuk legenda itu panjang, dimana di dalam legenda tersebut terangkum kisah timbulnya nama-nama yang ada di dalam legenda tersebut ada di komplek Goa Lawa. seperti halnya Goa Ratu Ayu, konon kabarnya di dadalam Goa itu ada duaorang wanita cantik itu mempunyai tiga ekor harimau, seekor putin , seekor hitam, seekor lagi kuning buga asem. konon penduduk disekitar goa ada malam-malam tertentu banyak yang telah milihat harimau kesayangan Ratu Ayu, pernah berkunjung kerumah Kepala Desa, yang dapat berwawancara langsung dengan Kepala Desa Siwarak bersama isterinya dan bebarapa orang yang sedang bertugas ronda

Owabong

Owabong pertama kali dikenal oleh masyarakat sekitar bernama Pemandian Bodjongsari. Kolam ini pertama kali dibangun tahun 1946 oleh seorang warga Negara Belanda, dengan nama Pemandian Bodjongsari. Mereka membangun kolam tersebut sebagai sarana rekreasi dan pemandian khusus bagi keluarga dan keturunan orang Belanda, karena mereka senang dengan kejernihan airnya yang dialiri oleh tiga tuk (mata air) yaitu tuk Cipawon, Cikupel, dan tuk Cidandang.
Luas awal kolam pemandian Bodjongsari pada waktu dibangun kurang lebih 1 hektar. Dimensi kolam pertama kali adalah panjang kolam 33 m dan lebar 17 m, serta kedalaman kolam 3,5 m (terdalam) dan 75 cm (terdangkal). Konstruksi bangunan kolam Bodjongsari pertama kali dibuat dari batu kali yang ditata rapi, sehingga bentuk kolam terkesan alami dan indah. Kolam pemandian Bodjongsari juga dikenal memiliki keajaiban dan manfaat sabagai sarana untuk enteng jodoh, enteng rezeki dan memperlancar segala urusan, tentunya semua itu bagi orang yang percaya.
Kolam pemandian Bodjongsari pertama kali direhabilitasi pada tahun 1956, hal ini disebabkan karena pada tahun 1948 kolam ini dihancurkan oleh tentara Belanda pada masa setelah kemerdekaan Indonesia. Kolam ini akhirnya berhasil dimiliki oleh seorang keturunan Tionghoa bernama Kwi Sing dari Purbalingga (Yayasan Bina Kasih). Selama berada ditangan Kwi Sing kolam pemandian Bodjongsari banyak mengalami perubahan, diantaranya konstruksi bangunan kolam yang semula dibuat dari batu kali diganti dengan konstruksi beton, sehingga terlihat lebih rapi. Di sekitar kolam pemandian Bodjongsari juga dibuat taman-taman yang indah, sehingga kolam terlihat indah dan asri.
Kolam pemandian Bodjongsari selama dimiliki oleh Kwi Sing ternyata banyak yang berkunjung untuk berenang dan refresing, sehingga Kwi Sing membuka kolam pemandian Bodjongsari untuk umum dan mulai dikelola untuk bisnis keluarga Kwi Sing. Setelah berpuluh-puluh tahun kolam pemandian bodjongsari kurang berkembang karena mendapat saingan dari kolam renang Tirto Asri Walik, yang letaknya tidak jauh dari lokasi kolam pemandian Bodjongsari tepatnya 1 km disebelah barat desa Bodjongsari.
Pada bulan Juni 2004 merupakan awal perkembangan kolam pemandian Bodjongsari, kolam pemandian ini diambil alih kepemilikannya olah PEMDA Purbalingga untuk direhabilitasi dan dikembangkan menjadi salah satu aset objek wisata air terbesar di Jawa Tengah dengan luas 4,8 hektar. Pihak PEMDA bekerjasama dengan kontraktor Waskita Karya dari Semarang. Dengan berbagai macam penambahan lahan, fasilitas dan jumlah kolamnya yang bervariasi maka kolam pemandian Bodjongsari berganti nama menjadi Owabong (Obyek Wisata Air Bojongsari). Owabong diresmikan secarasoft opening oleh Bapak Triyono Budi Sasongko sebagai Bupati Purbalingga. Pada tanggal 1 Maret 2005 dan Grand Opening oleh Bapak Mardiyanto selaku Gubernur Jawa Tengah pada tanggal 18 Maret 2005.

Raja Ampat,

Raja Ampat, salah satu gugusan kepulauan di Papua Barat kebanggaan Indonesia akan membuat siapapun terpesona oleh keindahan alamnya dan keragaman biota laut serta keelokan terumbu karangnya. Raja Ampat memang surga bagi wisatawan. Anda tertarik? Berikut ini rincian biaya wisata ke Raja Ampat.


Memang, biaya untuk datang ke tempat ini tidaklah murah. Hal ini pun diutarakan Hussein, anggota Conservation International Indonesia.

"Minimal biaya untuk ke Raja Ampat adalah Rp 30 juta. Tidak cukup sehari ke Raja Ampat, dengan Rp 30 Juta saja, sudah cukup menikmati Raja Ampat selama satu minggu hingga 10 hari," kata Hussein, dalam perjalanan menuju Raja Ampat Dive Lodge di Pulau Mansuar dari Pulau Arborek.

Rp 30 juta 7 - 10 hari? Ini artinya Rp 2,4 - 3 juta sehari. Hussein memang sudah menetap lebih dari 20 tahun di Raja Ampat. Dirinya pun mengaku telah menjelajahi setiap sudut di pulau ini.

Tak hanya membantu para peneliti dalam penelitian terumbu karang, dirinya juga pernah menjadi kapten kapal di Raja Ampat. Pantas, dia tahu berapa biaya yang harus dibutuhkan untuk traveling ke surga ini.

"Dari biaya segitu besar, wisatawan dapat menikmati Pulau Waigeo, diving di Waiwo, mengunjungi Desa Wisata Sawingrai untuk melihat burung cendrawasih, dan ke Pianemo, gugusan pulau kecil tercantik ke - 3 di Raja Ampat," lanjut Hussein.

Hussein menambahkan, biaya tersebut pun belum cukup untuk menjelajahi Raja Ampat secara keseluruhan. Masih ada Kepulauan Wayag yang menjadi primadona Raja Ampat dan juga tempat diving terindah, Missol.

"Kalau ke Wayag dan Missol saja, menyewa boat bisa Rp 30 juta," tambah Hussein.

Terlepas dari Wayag dan Missol, Rp 30 juta adalah biaya yang 'paling aman' untuk traveling ke Raja Ampat. Untuk sewa boat, dapat mencapai angka Rp 5 - 7 juta per harinya, itu termasuk penyewaan alat - alat snorkeling.

Untuk menginap, di Waisai atau pun Desa Sawingrai, yang masih dalam Pulau Waigeo terdapat penginapan dengan kisaran harga Rp 500.000. Tentu, sudah termasuk 3 kali makan, pagi siang dan malam. Untuk diving, biayanya pun berkisar Rp 400 - 500 ribu.

Biaya lainnya adalah pesawat dan kapal dari Sorong ke Waisai. Dari Jakarta, ada maskapai Express Air, Batavia Air, Merpati, dan Lion Air yang menawarkan penerbangan ke Sorong dengan biaya Rp 2 - 3 juta. Setelah itu, dari Sorong ke Waisai, ibukota Kabupaten Raja Ampat, memakan biaya Rp 120 ribu per orangnya.

Memang, Rp 30 juta bukanlah harga yang murah untuk bisa berkunjung ke Raja Ampat. Akan tetapi, keindahan dan pesona Raja Ampat sangat tidak ternilai harganya. Raja Ampat layak menyandang gelar sebagai surganya pariwisata dunia, karena ada banyak terumbu karang dan biota bawah laut, pantai berpasir putih, gugusan pulau - pulau kecil yang cantik, dan hutan yang masih perawan.

Pulau Sebatik

Pulau Sebatik merupakan pintu gerbang Indonesia di Kalimantan, tepatnya berada di bagian Utara Provinsi Kalimantan Timur yang berbatasan langsung dengan Negeri Sabah Malaysia. Uniknya, status kepemilikan  Pulau Sebatik itu terbagi dua, wilayah utara pulau itu seluas 187,23 Km2, menjadi milik Malaysia, sedang wilayah bagian selatan seluas 246.61 Km2 adalah milik Indonesia Di Desa Aji Kuning Pulau Sebatik, sedikitnya terdapat 300 kepala keluarga yang berada tepat di garis perbatasan Indonesia dan Malaysia.



Bahkan ada rumah warga yang berlokasi tepat di garis perbatasan sehingga ruang tamunya masuk wilayan Indonesia, sedangkan dapurnya ada di Malaysia. Tidak mengherankan JUca kemudian sering muncul isu internasional menyangkut status kepemilikan Pulau Sebatik, yang mengakibatkan hubungan Indonesia dan Malaysia memanas dan mengalami pasang surut. Namun masyarakat Sebatik dan Tawau Malaysia tak terpengaruh, mereka tetap menjalankan hubungan yang harmonis, karena sebagian penduduk Sebalik dan Tawau iernyata masih bersaudara, mereka sama-sama berasal dari Bugis.



Secara ekonomi masyarakat Pulau Sebalik sangat bergantung kepada Malaysia khususnya ke Tawau. Hampir semua komoditas yang dihasilkan masyarakat, seperti ikan, sawit dan coklat dijual ke negerijiran. Ma-
syarakat Sebatik Juga membeli berbagai kebutuhan sehari-hari dari Tawau, sehingga tak heran Jika ada dua mata uang yang beredar di sana, yakni rupiah dan ringgit. Tapi warga setempat lebih menyukai ringgit karena nilainya lebih tinggi. Secara geografis, Pulau Sebatik lebih dekat ke Tawau yang hanya ditempuh dalam waktu 15 menit, bila dibandingkan dengan ke Pulau Nunukan yang memakan waktu 1,5Jam dengan alat transportasi yang sama dengan ongkos tiga kali lipat.

Perbedaan mencolok yang membuat iri masyarakat Indonesia di Pulau Sebatik adalahjika pada malam hari menyaksikan Kota Tawau yang bermandikan cahaya dengan gedung-gedung tinggi, sebaliknya masyarakat di Pulau Sebatik gelap-gulita dengan hanya mendapat Jatah penerangan listrik dua hari sekali. Belum lagi ketiadaan jaringan air bersih dan jalan rusak serta pelayanan kesehatan dan pendidikan yang minim, menambah lerkucilnya masyarakat Sebatik ditengah gemerlapan cahaya kemakmuran negarajiran di depan matanya.

Belajar dari sengketa kepemilikan Pulau Sipadan dan ligitan, sengketa blok Ambalat, pengusiran ratusan ribu TKI dan munculnya Asykar Watanlyah yang direkrut dari warga perbatasan; maka sudah sepan-tasnyalah pemerintah memberikan perhatian lebih kepada Pulau Sebalik.

Mudah-mudahan dengan surat pembaca ini pemerintah lebih peduli dan memerhatikan warganya yang ada di perbatasan, barangkalt dengan memberikan otoritas khusus seperti Balam, agar Pulau Sebatik bisa lebih maju. Kami mengusulkan agar pemerintah pusat dan daerah mendorong TNI dalam kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). lebih difokuskan untuk daerah-daerah perbatasan seperti Pulau Sebatik yang luput dari sasaran pembangunan.

Pulau Pramuka.

Pulau Pramuka adalah salah satu gugusan Kepulauan Seribu yang merupakan pusat pemerintahan kabupaten administrasi Kepulauan Seribu. Dengan menempuh jalur laut selama 2,5 jam dari Muara Angke dengan menggunakan kapal transportasi kita akan sampai di dermaga Pulau Pramuka. Kapal transportasi ini berangkat setiap harinya pukul 07:00 dan 13:00 baik dari Muara Angke atau Pulau Pramuka.

Pulau Pramuka sendiri merupakan pulau berpenduduk yang mulai berkembang menjadi daerah pariwisata beberapa tahun belakangan ini karena keindahan alam di sekitar pulau ini dan penduduk yang ramah. Jernihnya air laut yang biru, terumbu-terumbu karang yang indah dan pulau pasir putih di sekitar membuat setiap orang yang pernah pergi ke pulau ini ingin kembali lagi ke Pulau Pramuka.

Sebagai pusat pemerintahan Kepulauan Seribu, Pulau Pramuka memiliki fasilitas-fasilitas yang diperlukan warga atau wisatawan mulai dari tempat penginapan(homestay), rumah makan, rumah sakit, masjid, lapangan olahraga, dll.. Fasilitas yang ada terawat dengan baik sehingga akan memberikan kenyamanan pada wisatawan yang berkunjung ke pulau ini. Di dalam Pulau Pramuka sendiri terdapat sebuah penangkaran Penyu Sisik yang di kepalai oleh Bapak Salim. Penyu-penyu ini dikembangbiakan dan di rawat dalam satu area ini. Para wisatawan dapat menyentuh langsung penyu-penyu ini untuk mendapatkan wawasan mengenai penyu ini. Apabila penyu-penyu ini sudah cukup umurnya, maka mereka akan dilepaskan di tepi pantai.

Yang luar biasa dan membuat kita lebih nyaman di pulau ini adalah keramahan penduduk sekitar yang sering membantu, menyapa dan tersenyum kepada para wisatawan. Memang sudah menjadi kebiasaan penduduk sekitar untuk saling membantu sesama karena hubungan persaudaraan masih sangat dekat antara warga yang satu dan yang lain. Maka jangan heran apabila suatu hari Anda kembali lagi ke Pulau Pramuka penduduk pulau ini akan menyapa Anda walaupun Anda sudah lupa kepada mereka :)

Yang menjadi poin utama dari wisata Pulau Pramuka ini adalah gugusan terumbu karang yang tersebar di sekitar Pulau Pramuka. Dengan menggunakan baju pelampung, sepatu katak, masker dan snorkle kita akan bisa melihat keindahan terumbu karang berwarna-warni secara langsung dan ikan-ikan hias yang berenang di terumbu karang juga sangat indah. Pengalaman Anda snorkling di Pulau Pramuka akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan dalam hidup Anda.

Kamis, 10 Januari 2013

blok ambalat


SENGKETA BLOK AMBALAT

Adapun faktor-faktor penyebaba timbulnya persengketaan blok ambalat
antara Indonesia dengan Malaysia yaitu :
1. Masing-masing negara baik Indonesia maupun Malaysia mengklaim bahwa blok ambalat adalah wilayah toritorial kedaulatan negaranya.
2. Tidak adanya batas negara yang jelas dikawasan perairan blok ambalat
3. Tidak adanya kesepakatana antar kedua negara atas batas Negara
4. Adanya sumber daya alam yang melimpah ruah yang terkandung dalam perut bumi di kawasan amabalat yaitu minyak dan gas bumi.
Awal persengketaan
Persoalan klaim diketahui setelah pada tahun 1967 dilakukan pertemuan teknis pertama kali mengenai hukum laut antara indonesia dan Malaysia. Kedua belah pihak bersepakat (kecuali Sipadan dan Ligitan diberlakukan sebagai keadaan status quo lihat: Sengketa Sipadan dan Ligitan). Pada tanggal 27 Oktober 1969 dilakukan penandatanganan perjanjian antara Indonesia dan Malaysia, yang disebut sebagai Perjanjian Tapal Batas Kontinental Indonesia - Malaysia, kedua negara masing-masing melakukan ratifikasi pada 7 November 1969, tak lama berselang masih pada tahun 1969Malaysia membuat peta baru yang memasukan pulau Sipadan, Ligitan dan Batu Puteh (Pedra blanca) tentunya hal ini membingungkan Indonesia dan Singapura dan pada akhirnya Indonesia maupun Singapura tidak mengakui peta baru Malaysia tersebut. Kemudian pada tanggal 17 Maret 1970kembali ditanda tangani Persetujuan Tapal batas Laut Indonesia dan Malaysia. Akan tetapi pada tahun 1979 pihak Malaysia membuat peta baru mengenai tapal batas kontinental dan maritim dengan yang secara sepihak membuat perbatasan maritimnya sendiri dengan memasukan blok maritim Ambalat ke dalam wilayahnya yaitu dengan memajukan koordinat 4° 10' arah utara melewati Pulau Sebatik. Indonesia memprotes dan menyatakan tidak mengakui klaim itu, merujuk pada Perjanjian Tapal Batas Kontinental Indonesia - Malaysia tahun 1969 dan Persetujuan Tapal batas Laut Indonesia dan Malaysia tahun 1970. Indonesia melihatnya sebagai usaha secara terus-menerus dari pihak Malaysia untuk melakukan ekspansi terhadap wilayah Indonesia. Kasus ini meningkat profilnya setelah Pulau Sipadan dan Ligitan, juga berada di blok Ambalat, dinyatakan sebagai bagian dariMalaysia oleh Mahkamah Internasional.
Kasus Ambalat merupakan permasalahan yang sangat krusial bagi kedua belah pihak baik bagi Indonesia maupun bagi Malaysia karena masalah Ambalat merupakan masalah kedaulatan dan konsitusi suatu negara, berarti jika suatu wilayah di rampas (diambil) oleh negara lain maka pemerintah yang bersangkutan akan mempertahanakan kedaulatan wilayahnya dengan cara apapun baik secara kekerasan (militer) maupun deplomasi untuk mempertahanakan kedaulatannya. Apalagi ditambah dengan adanya kandungan sumber daya alam yang sangat melimpah di wilayah perairan Ambalat yaitu yang berupa minyak dan gas bumi. Kandungan minyak dan gas bumi di dua lempengan East Ambalat dan Blok East Ambalat jika dieksploitasi memberi potensi keuangan sebesar Rp 4.200 triliun, jauh lebih besari dari utang Indonesia yang Rp 1.400 triliun. Sejak tahun 1979, Malaysia telah mengklaim Blok Ambalat yang terletak di perairan Laut Sulawesi di sebelah timur Pulau Kalimantan itu sebagai miliknya, lalu memasukkannya ke dalam peta wilayah negaranya. Dengan klaim tersebut, melalui Petronas, Malaysia kemudian memberikan konsesi minyak (production sharing contracts) di Blok Ambalat kepada Shell, perusahaan minyak Inggris-Belanda. Sebelumnya, kegiatan penambangan migas di lokasi yang disengketakan itu dibagi oleh pemerintah Indonesia menjadi Blok Ambalat dan Blok East Ambalat. Blok Ambalat dikelola kontraktor migas ENI asal Italia sejak tahun 1999, sementara Blok East Ambalat dikelola Unocal Indonesia Ventures Ltd. asal Amerika sejak Desember 2004. Pemerintah Malaysia menyebut Blok Ambalat sebagai ND 6 atau Blok Y, sedangkan blio East Ambalat sebagai ND 7 atau Balok Z.2

KUALA KLAWANG (Negri Sembilan): Malaysia dan Indonesia tidak akan merujuk sengketa mereka atas minyak dan gas di Blok Ambalat yang kaya ke Mahkamah Internasional (ICJ). Menteri Luar Negeri Datuk Seri Utama Dr Rais Yatim mengatakan ini adalah karena pemerintah kedua negara telah membentuk sebuah kelompok orang terkemuka untuk mempelajari sengketa. "Kami telah sepakat untuk menyelesaikan masalah ini secara damai. Kami akan meminta pandangan dari pakar hukum laut dan wilayah untuk solusi, "tambahnya.
"Kami juga akan mendapatkan kelompok netral untuk memberikan pandangan pada sekali ini kita sudah mendapat rekomendasi dari komite teknis yang memiliki perwakilan dari kedua negara," katanya usai membuka pertemuan tahunan asosiasi Jelebu mantan polisi yang umum di sini.Dia mengatakan kedua pemerintah telah memutuskan untuk mengambil langkah berdasarkan pengalaman masa lalu, ketika ICJ menemukan yang mendukung Malaysia dalam masalah pulau Sipadan dan Ligitan.
 Keputusan ICJ yang menyebabkan beberapa politisi Indonesia dan bagian dari medianya memicu anti-Malaysia sentimenItu dari kemudian bahwa Jakarta mulai mengamankan perbatasan maritim dan pulau-pulau terpencil kecil.Kata Dr Rais: "Kami yakin bahwa kami akan dapat memecahkan klaim kepemilikan dengan cara yang ramah. Kami harus melakukan ini karena kami menghargai hubungan kami. "Pada awal 2005, angkatan laut Malaysia dan Indonesia memiliki perselisihan dekat blok Ambalat yang dipersengketakan ketika Malaysia diberikan hak eksplorasi minyak di daerah lepas Laut Sulawesi, yang juga diklaim oleh Indonesia, untuk Shell. Pada saat yang sama, pemerintah Indonesia memberikan izin kepada Eni Italia untuk eksplorasi minyak dan gas di blok Ambalat. Indonesia kemudian dikirim kapal perang dan jet tempur ke daerah tersebut, memaksa para pemimpin dari kedua pemerintah untuk segera menyerukan penghentian kegiatan. Pada hitungan yang terpisah, Dr Rais mengatakan ia akan singkat semua anggota parlemen pada hari Rabu pada sengketa Pulau Batu Putih diputuskan oleh ICJ di Den Haag dua hari kemudian.
Baik Malaysia maupun Singapura mengklaim kepemilikan atas pulau karang yang hampir seukuran lapangan sepak bola. "Kedua pemerintah akan mematuhi keputusan ICJ karena kita tidak ingin membahayakan hubungan bilateral kita," katanya, menambahkan bahwa Kuala Lumpur yakin keputusan akan mendukungnya. "Singapura telah menyatakan keyakinannya bahwa keputusan akan pergi jalan. Tapi kita positif, "katanya. Sementara itu, Radio Televisi Malaysia akan siaran televisi hidup putusan di Pulau Batu Putih, kata Menteri Informasi Datuk Ahmad Shabery Cheek. Ahmad Shabery mengatakan, proses hidup akan memungkinkan Malaysia untuk melihat sendiri apa yang terjadi bukannya mendapatkan informasi dari saluran asing seperti CNN.




Keuntungan Malaysia mengklaim dan memiliki kawasan Ambalat

1.      Ditinjau dari segi politik
Keuntungan yang didapat Malaysia dari segi politik yaitu berupa meluasnya wilayah
negaranya, untuk mencapai keinginannya Malaysia harus mempunyai kemampuan militer
yang kuat dan persenjataan yang canggih untuk mempertahankan negara (state defence) dari serangan musuh dengan kata lain adanya deterrence. disamping itu harga diri malaysia sebagai sebuah bangsa dan negara berdaulat akan meningkat. Seperti yang telah kita ketahui bahwa sistem hubungan internasional bersifat anarki alias tanpa aturan, siapa yang mempunyai power (kekuatan) yang lebih besar ,maka dialah yang lebih berperluang memperoleh keuntungan politik, dan tidak ada yang bias mencegah suatu negara untuk mencapai kepentingannya baik itu organisasi internasional (PBB) ataupun hukum internasional (bagi negara mempunyai power yang sangat besar), karena kepentingan nasional adalah segala-galanya bagi negara tidak ada kepentinan lainselain mencapai kepentingan nasionalnya.

2. Ditinjau dari segi ekonomi
Suatu negara mengklaim suatu wilayah menjadi wilayahnya tiada lain adanya kepentingan nasional yang inggin di capai, keinggina Malaysia memiliki kawasan perairan ambalat yaitu bahwa di kawasan perairan amabalat terdapat sumber daya alam yang sangat melimpah yaitu minyak dan gas bumi, apabila Malaysia dapat mengeksploitasi sumber daya alam di kawasan ambalat maka akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar dari eksploitasi tersebut, dengan keuntungan tersebut maka Malaysia dapat mensejahterakan rakyatnya dan meningkatkan ekonomi domestiknya misalnya dengan pengolahan minyak dan gas alam dapat menunjang proses produksi dan meningkatkan peroduktifitas industrialisasi di Malaysia. Pengelolaan eksploitasi minyak dan gas alam di 5 wilayah perairan amabalat maka pemerintah Malaysia dapat menggunakan minyak dan gas sebagai bahan bakar industri dan pemerintah Malaysia dapat menjual minyak dan gas alam ke perusahaan asing (Shell) yang dapat menguntungkan bagi Malaysia. Dengan meningkatnya produktifitas industrialisasi dan meningkatnya produksi maka penghasilan atau devisa negara akan meningkat.

Penyelesaian Sengketa Blok Ambalat Bisa Memakan Waktu Puluhan Tahun
Penyelesaian sengketa Blok Ambalat bisa memakan waktu cukup lama. Bahkan HASSAN WIRAJUDA Menteri Luar Negeri mengatakan penyelesaian sengketa antara Ri-Malaysia ini bisa memakan waktu sampai puluhan tahun. Ini diungkapkannya saat menjadi pembicara dalam Kuliah Tamu Perundingan Batas Wilayah Maritim dengan Negara Tetangga di Fakultas Hukum, Jumat (26/06).
Dalam siaran pers Humas Unair yang diterima suarasurabaya.net, Menlu membandingkan dengan kasus sengketa RI dan Vietnam. Kasus tersebut adalah sengketa Batas Landas Kontinen (BLK) di perairan antara Pulau Kalimantan dengan Vietnam di daratan Asia Tenggara.
Meskipun sudah lebih dari 30 kali perundingan formal dan informal diselenggarakan, kedua pihak masih bertahan dengan posisi hukum masing-masing atas Laut Cina Selatan itu.Total waktu untuk penyelesaian RI-Vietnam ini membutuhkan waktu setidaknya 32 tahun.Beda Vietnam berbeda pula dengan Singapura. Kasus sengketa Indonesia-Singapura baru bisa diselesaikan dalam waktu lima tahun.
Dalam kuliah tamu yang dihadiri ratusan mahasiswa itu, Menlu HASSAN WIRAJUDA juga mengungkapkan mengenai kisah sejarah sengketa yang pernah dialami oleh Indonesia. Yang menarik ketika menyampaikan mengenai kasus Sipadan-Ligitan, Menlu mengatakan Sipadan Ligitan secara yuridis sebenarnya memang bukan milik Indonesia, namun juga bukan milik Malaysia.
“Jika kita lihat di peta wilayah Indonesia baseline NKRI UU No 4/PrP/1960, Sipadan Ligitan ini bukan milik Indonesia karena di luar batas teritorial laut Indonesia, tapi juga bukan milik Malaysia. Ibaratnya orang main kelereng, Sipadan Ligitan ini adalah kelereng temuan dan diperebutkan,” jelas HASSAN.
Kasus sengketa wilayah memang lazim dialami oleh negara yang berbatasan dengan banyak negara seperti Indonesia. Kalau dilihat dari sisi wilayah laut, Indonesia berbatasan dengan 10 negara. Sedangkan wilayah daratnya, Indonesia berbatasan dengan tiga negara, yakni Malaysia, Papua Nugini dan Timor Leste.

Sebuah negara pantai seperti Indonesia menurut hukum Laut Internasional berhak atas laut teritorial (12 mil laut), zona tambahan (24 mil laut), zona ekonomi eksklusif, ZEE (200 mil laut) dan landas kontinen (350 mil laut atau bahkan lebih). Lebar masing-masing zona ini diukur dari referensi yang disebut dengan garis pangkal (baseline).
Pada laut teritorial, Indonesia berhak atas kedaulatan penuh. Sedangkan di luar zona itu berlaku hak berdaulat. Dan Ambalat ini berada di kawasan hak berdaulat. Dalam kawasan hak berdaulat ini suatu negara tidak memiliki kedaulatan penuh, namun hanya memiliki hak untuk mengelola dan memanfaatkan sumber dayanya.Garis batas darat antara Indonesia dan Malaysia memang sudah ditetapkan dan berhenti pada Pulau Sebatik.
Namun idealnya garis tersebut diteruskan ke arah laut di sebelah timur sebagai batas maritim yang harus disepakati kedua belah pihak. Garis inilah yang belum ada dan kini sedang dirundingkan karena Ambalat berada di garis tersebut.
Saat ini, tutur HASSAN WIRAJUDA, pihaknya sudah melakukan 13 kali perundingan dan kini tengah bersiap untuk memasuki perundingan yang keempat belas. Ia paham ekspektasi masyarakat terhadap penyelesaian Ambalat begitu besar, namun ia meminta agar masyarakat bersabar.
“Kami akan tetap lakukan upaya diplomasi ini dan tidak akan melakukan peperangan. Karena pada dasarnya kami juga menangkap sinyal, pihak Malaysia juga ingin menyelesaikan permasalahan ini secara damai,” ungkapnya.(edy)
Solusi Terbaik
Oleh karena itu dalam menyelesaikan sengketa Blok Ambalat, pemerintah RI mesti menggunakan cara-cara damai melalui diplomasi antar kedua negara, sehingga dapat mencegah penggunaan kekerasan atau perang. Penggunaan cara-cara diplomasi ditentukan pula oleh pasal 33 Piagam PBB yakni melalui negosiasi, mediasi, konsiliasi, arbritase, penyelesaian pengadilan, atau penyelesaian melalui agen-agen regional atau cara-cara lain menurut pilihan masing-masing negara.
 

Gambar  1 : Indonesia dan Malaysia menikmati hubungan diplomatik yang relatif mantap dan mesra pada masa pemerintahan Suharto dan Mahathir


Ada tiga cara diplomasi yang lebih tepat digunakan dalam penyelesaian Blok Ambalat yaitu:
1.      Negosiasi
Negosiasi merupakan teknik penyelesaian sengketa yang tidak melibatkan pihak ketiga. Pada dasarnya negosiasi hanya berpusat pada diskusi yang dilakukan oleh pihak-pihak terkait yakni Indonesia dan Malaysia. Perbedaan persepsi yang dimiliki oleh kedua negara diharapkan akan diperoleh jalan keluar dan menyebabkan pemahaman atas inti persoalan menjadi lebih mudah untuk dipecahkan. Bilamana jalan keluar ditemukan kedua belah pihak, maka akan berlanjut pada pemberian konsesi dari pihak yang satu kepada pihak yang lain. 
2.      Mediasi
Mediasi yang merupakan bentuk penyelesaian dengan melibatkan pihak ketiga, dalam hal ini pihak ketiga bertindak sebagai pelaku mediasi (mediator). Seorang mediator memiliki peran yang aktif untuk mencari solusi yang tepat untuk melancarkan terjadinya kesepakatan antara pihak-pihak yang bersengketa.
3.      Inquiry
Inquiry yaitu ketika terdapat sengketa antara Indonesia dan Malaysia maka untuk menyelesaikannya sengketa tersebut, kedua belah pihak dapat mendirikan sebuah komisi atau badan yang bersifat internasional untuk mencari dan mendengarkan semua bukti-bukti yang relevan dengan permasalahan yang dipersengketakan.
Komisi atau badan ini sering disebut Komisi Pencari Fakta yang dengan dasar bukti-bukti yang dikumpulkannya, kemudian dapat mengeluarkan sebuah fakta yang sebenarnya dan disertai dengan penyelesaiannya.
Perspektif Sosial Politik Kasus Ambalat
Kasus Blok Ambalat seharusnya mendorong dan menggerakan kemauan politik (political will) yang lebih kuat dan terarah dari pemerintah RI untuk secara riil, koordinatif dan terfokus semakin memberikan aksentuasi pada pembangunan dan pengawasan di wilayah perbatasan, termasuk dan terutama di kawasan yang oleh suatu faktor tertentu dapat menjadi ‘lahan perebutan’ antar negara.
Kurangnya kemampuan pemerintah pusat membangun dan mengawasi wilayah perbatasan RI menjadi salah satu kelemahan fundamental yang mengakibatkan mudahnya terjadi tindak pencurian ikan (illegal fishing) ataupun pencurian dan penyelundupan kayu (illegal logging) serta berbagai kekayaan Indonesia lainnya.
Dari perspektif sosial-politik, hal ini sesungguhnya mencerminkan bahwa kedaulatan kita atas negara/wilayah sendiri masih sangat rapuh dan rentan, sehingga memungkinkan terjadinya pelanggaran perbatasan bahkan yang lebih merugikan lagi ‘pencaplokan wilayah perbatasan’ sebagaimana yang nyaris terjadi di Blok Ambalat.
Dari perspektif sosial, sebenarnya pemerintah hendaknya menginsyafi bahwa konstruksi sosial dan kultural masyarakat di daerah perbatasan (terutama yang terisolir dari berbagai dimensi: sosial, politik, ekonomi, komunikasi, dan sebagainya), sangat berbeda dengan masyarakat di dekat sentrum kekuasaan/pemerintahan.
Gradasi kesadaran sosial-politik masyarakat di Blok Ambalat dan sekitarnya tentu tidak sama kuat dengan masyarakat di pulau Jawa, begitupun dengan perasaan termajinalisasi dari proses pembangunan nasional yang begitu deras di Jawa.
Oleh karena itu sebagai bagian integral dari wilayah kedaulatan NKRI, pembangunan masyakakat dan pengelolaan segala sumber daya di wilayah-wilayah perbatasan memerlukan kerangka penanganan yang menyeluruh dengan mencakup berbagai sektor pembangunan secara terkoordinasi, baik dan efektif mulai dari tataran pemerintah pusat hingga level pemerintah daerah.

bukit hambalang


Bukit Hambalang, nama yang cukup familiar ditelinga saya. 35 tahun silam, saya dilahirkan di salah satu desa yang terletak dikaki bukit tersebut. Namanya Desa Tarikolot, masuk wilayah Kecamatan Citeureup Kabupaten Bogor. Jaraknya sekitar 2-3 Km dari Bukit Hambalang.
Saat ini, saya berdomisili di Provinsi Lampung. Medio tahun 2011 pindah ke Provinsi Beranda Sumatera tersebut untuk menempati pos baru dalam sebuah program pemberdayaan masyarakat. Disamping itu, dalam rangka berkumpul dengan keluarga besar dari pihak istri yang kebetulan berasal dari Sumatera.
Liburan akhir tahun 2012, saya sudah berniat untuk pulang kampung, bersamaan dengan berakhirnya kontrak kerja di Provinsi Lampung. Tapi sebenarnya ada “magnet” khusus sehingga saya berkeinginan berlibur di Bogor.
Apa “magnet” khusus itu?
Iya, Bukit Hambalang,  nama yang cukup familiar ditelinga masyarakat Indonesia, menjadi “magnet” terbesar saya untuk pulang liburan akhir tahun.
Di Bukit Hambalang terdapat satu desa dengan nama yang sama yaitu Desa Hambalang. Masih teringat dalam memori saya, Alm. Aki (Kakek dalam bahasa Sunda) sering mengajak saya dengan mobil bak terbuka jenis Toyota Hiace, menyusuri jalan-jalan di Desa Hambalang. Kebetulan di Desa Hambalang ada rumah Bibi yang merupakan adik Alm. Ibu yang kedua.
Tahun 80-an Hambalang masih sangat asri, udara yang sejuk, pepohonan yang masih rimbun dan penduduk yang belum terlalu padat.
Ikon Hambalang waktu itu adalah PT. Cipendawa, Peternakan Ayam terbesar di Indonesia milik salah satu Konglomerat era Orde Baru.  Selain itu terbentang perkebunan yang amat luas yang ditanami Pohon Cengkeh, Pala, Kelapa dan Karet yang dimiliki oleh konglomerat yang sama. Dua ikon tadi bisa dlihat dengan bebas oleh masyarakat umum dengan izin. Namun ada satu tempat yang tidak bisa dimasuki oleh sembarangan orang, kami menyebutnya Villa Ibu Tien Soeharto. Iya, Villa tersebut adalah tempat peristirahatan keluarga besar Cendana waktu itu.
Kembali kepada niat saya pulang ke Bogor. Akhirnya pada Jum’at malam, 28 Desember 2012 saya berangkat sendiri pulang ke Bogor tanpa ditemani anak dan Istri. Mungkin banyak yang bertanya, liburan kok tidak bawa keluarga?
Iya, saya pulang ke Bogor tidak semata-mata untuk liburan. Saya ingin melakukan penggalian data tentang kasus Hambalang yang selama ini mungkin luput di eksposeoleh media mainstream. Loh, ngapain jauh-jauh dari Lampung, liburannya di isi dengan cari data? Mungkin itu pertanyaan yang akan disampaikan keluarga disana.
Obsevasi yang saya laksanakan dalam rangka melengkapi tulisan tentang Hambalang, sebagai bagian dari Citizen Reporter (Pewarta Warga). Apakah ada untungnya secara materi sebagai Pewarta Warga? tentu saja tidak ada. Menulis adalah hobi saya. Terinspirasi Buku Kang Pepih Nugraha (Wartawan Kompas dan pendiri Kompasiana.com) yang berjudul Citizen Journalism (Pandangan, Pemahaman dan Pengalaman).
Menurut Kang Pepih dalam bukunya, Citizen Journalism tidak dimaksudkan menjadikan warga biasa menjadi Wartawan profesional yang dibayar oleh perusahaan media, semata-mata hadir untuk menyebarkan semangat berbagi (share) informasi sesuai minat dan bidang masing-masing orang. Dengan berbagi informasi, terjadi pertukaran pengetahuan dan pengalaman warga biasa yang tidak terbatas wilayah, ruang bahkan waktu.
Berdasarkan pemahaman dari buku tersebut, akhirnya saya memposisikan diri sebagai Pewarta Warga (Citizen Reporter) bukan Jurnalis (Wartawan) ataupun CitizenJournalism itu sendiri. Dari semangat berbagi itulah (sharism istilah Kang Pepih),saya ingin menulis tentang Hambalang dari dulu sampai sekarang.
Apa yang membuat saya tertarik menulis tentang Hambalang? Iya, dibalik eksotisme Hambalang sejak dahulu kala, sebenarnya tersimpan masalah yang belum terselesaikan hingga sekarang. Apa itu? nanti saya akan bahas ditulisan selanjutnya.
Tiba Di Citeureup Bogor
Setelah 9 jam perjalanan darat dan diselingi menyeberang Selat Sunda dengan Kapal Feri, akhirnya pada pukul 06.00 tanggal 29 Desember 2012 sampai di kampung halaman di Citeureup. Tiba di rumah orang tua langsung sholat Shubuh yang kesiangan. Selanjutnya adalah Tidur! Iya, karena selama perjalanan dengan bis tidak bisa tidur sama sekali.
Pukul 11.00 saya bangun, kemudian ngobrol-ngobrol dengan keluarga dirumah. Memang sangat bahagia kalau bisa berkumpul kembali dengan keluarga, walaupun dirumah tersebut sudah tidak ada lagi Ibunda tercinta, iya beliau sudah berpulang sejak tahun 1999. Yang tinggal dirumah hanya adik kandung perempuan dan bapak yang sudah berkeluarga kembali.
Langsung saya ceritakan kepada orang tua keinginan untuk mengunjungi Desa Hambalang, sekaligus silaturahmi dengan keluarga yang tinggal disana. Akhirnya jam 13.00 ditemani oleh adik laki-laki saya meluncur ke Desa Hambalang dengan menggunakan motor.
Untuk menuju Desa Hambalang hanya membutuhkan waktu 30 menit. Cukup singkat, karena jalan kesana sudah cukup bagus. Jalan dihotmix mulus dan sebagian dengan beton. Berbeda dengan era 80-an atau 90-an, jalanan menuju Desa Hambalang cukup berat. Sepanjang perjalanan, saya cukup menikmati pemandangan indah yang tersisa, termasuk Perkebunan PT Buana Estate, milik salah salah satu konglomerat ternama era Orde Baru.
Hambalang sekarang berbeda dengan Hambalang yang dulu, infrastrukturnya jauh lebih baik. Banyak bangunan baru yang modern dan megah. Mungkin Villa-Villa milik orang kaya Jakarta. Di Hambalang juga banyak berdiri fasilitas milik Pemerintah. Contohnya fasilitas gedung Tagana Training Center (Pusat Pendidikan Taruna Siaga Bencana) dibawah Kementrian Sosial. Kemudian ada juga bangunan yang belum selesai, yakni Komplek Pusat Pelatihan Pasukan Perdamaian Tentara Nasional Indonesia (PPMT). Lokasi utama komplek PPMT terletak di Desa Tangkil, tidak jauh dari Desa Hambalang, namun perluasan komplek PPMT masuk wilayah Desa Hambalang.
Selanjutnya ada satu gedung lagi yang belum selesai.  Gedung ini menjadi sorotan seluruh rakyat Indonesia dan dalam penyelidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yaitu komplek Pusat PendidikanPelatihan dan Sekolah Olah Raga Nasional.
Setelah puas keliling Desa Hambalang sambil mengambil dokumentasi melalui kamera ponsel, saya dan adik rehat Sejenak di puncak tertinggi Bukit Hambalang.
Dari atas puncak bukit terdapat pemandangan yang sangat Indah. Mata saya bisa menyapu semua wilayah Kabupaten Bogor bagian utara serta wilayah Jakarta. Terlihat dengan jelas gedung-gedung tinggi Kota Jakarta.
Kemudian pandangan saya alihkan ke kampung halaman Sendiri, yakni Desa Tarikolot dan sebagian wilayah Kecamatan Citeureup. Tampak wilayah dengan pemukiman yang sangat padat. Disamping itu kita bisa melihat bangunan Pabrik-Pabrik besar seperti PT. Indocement, PT. Holcim, Komplek Industri Sentul, Karang Asem Timur, Cibinong sampai Cileungsi.
Pandangan kemudian saya alihkan ke sebelah barat Bukit Hambalang, tampak bukitkarst yang sudah gundul berwarna putih, tempat penambangan bahan baku semen untuk PT. Indocement. Bahan baku semen dikirim menggunakan rangkaian panjangConveyor Belt yang membentang dari Desa Hambalang ke Pabrik Indocement yang terletak di Desa Citeureup. Jaraknya sekitar 10-15 Km.
Dalam hati saya berpikir, kenapa wilayah yang dulunya sangat indah sekarang secara ekologis sudah sangat rusak. Cuacanya sudah sangat panas. Iya, kerakusan dan ketamakan manusia yang merusak alam itu sendiri. Atas nama pembangunan Industri dan sarana Pemerintah, kelestarian lingkungan sangat diabaikan. Tidak dapat disangkal lagi ada kerusakan lingkungan di bukit Hambalang dan sekitarnya.  Tidak heran terjadi kerusakan, karena Bukit Hambalang salah satu bukit yang terletak tidak jauh dari Gunung Gede Pangrago, Kawasan Puncak dan Kota Bogor yang masih dalam kawasan konservasi Bopuncur (Bogor Puncak Cianjur), yang secara ekologis sudah mengalami kerusakan akibat ekspansi pemukiman baru, tempat wisata, pembangunan Hotel, Villa dan fasilitas lainnya. Jangan salahkan Bogor jika pada saat musim hujan, Jakarta Kebanjiran! karena yang merusak ekologi di Bogor, sebagian besar ada kontribusi orang kaya Jakarta.
Ah, tidak ada lagi yang bisa dipandang dari tanah kelahiran, hanya wilayah dengan kepadatan penduduknya serta kompleks-komplek Industri yang semakin mendesak ketersediaan lahan.